“Kami, yang Berdiri Bersama”
Kami bukan sekadar pengajar,kami adalah penjaga bara—
yang menyala di ruang kelas,
di lorong-lorong sunyi,
di hati anak-anak yang nyaris dilupakan negeri.
Kami berdiri bukan karena seragam,
tapi karena satu tekad:
bahwa ilmu bukan sekadar hafalan,
melainkan keberanian untuk bertanya,
untuk menggugat,
untuk bermimpi lebih dari nasib yang diwariskan.
Lihatlah kami,
berdiri dalam batik yang sama,
tapi membawa cerita yang berbeda—
tentang anak yang tak punya sepatu,
tentang kurikulum yang tak menyentuh kenyataan,
tentang sistem yang kadang lebih sibuk menilai
daripada memahami.
Namun kami tetap di sini,
menyusun harapan dari kapur yang retak,
menulis masa depan di papan yang usang,
menanam keberanian di kepala yang sering dianggap kosong.
Kebersamaan kami bukan basa-basi,
ia lahir dari lelah yang dipikul bersama,
dari tawa yang menyambung luka,
dari kritik yang tak memecah,
melainkan menguatkan.
Kami adalah tim,
bukan karena struktur,
tapi karena cinta yang sama:
cinta pada perubahan,
cinta pada anak-anak yang belum tahu
betapa besar dunia bisa mereka taklukkan.
Karya@maz
0 Komentar